“cinta pilu”

1:13 pm Daily

Singkat cerita, seorang gadis belia bernama Dewi berusia 21 tahun, muda, cantik hanya saja kurang pergaulan, antisosial. Seperti cerita lama, orang tua kehabisan biaya, sekolah hanya sampai jenjang SMA. Tapi cukup untuk mencari kerja, bekerja dipabrik elektronik sebagai buruh pabrik. Masa muda yang penuh suka cita, kisah cinta remaja akhirnya datang padanya, kekasih tercinta penuh dengan puja tak ada cela. Kisah cintanya berlanjut, berakhir dipelaminan. Cinta penuh nafsu tetapi terlalu polos. Kehidupan awal perkawinan begitu indah terasa, seakan membenarkan teori orang, bahwa kalo sedang dimadu cinta, dunia milik berdua yang lain ngontrak. Sayangnya dewi dan dewa masih satu atap dengan mertuam, yang tak lain adalah orang tua dewa, yang berarti mereka lah yang berstatus mengontrak.

satu bulan kehidupan pernikahan mereka, kebiasaan-kebiasaan Dewi sebelum menikah dibawa-bawa ke rumah “kontrakan”, membuat ibu mertua agak-agak senewen dan tidak bisa memakluminya. Yang seharusnya memberi nasihat atau masukan malah mengadu langsung ke orang tua Dewi. Orang tua Dewi merasa sakit hati, tidak terima dengan semua perkataan si mertua, yang akhirnya berakibat ada penarikan kembali Dewi ke rumah aslinya atau bahasa kerennya pisah rumah. Dewa tak bisa berbuat apa-apa, baginya bagai makan buah simalakama, satu sisi istri satu lagi ibunda, akhirnya karena kepolosan dan kepatuhan dewa, keputusannya adalah berpisah…. cerai…

sunyi……. tak ada suara sepi sekali…..

enam bulan berlalu, bahkan pada saat orang ramai bersilaturahmi merayakan hari raya dewa tak kunjung menjenguk dewi…. depresi…. tak kuasa rasa hati dewi membendung kangen pada dewa tapi rasa hormat pada orang tuanya membuat dewi mengurungkan niat untuk berjumpa lagi dengan dewa. Siapa yang tahu bahwa mereka berdua masih dibakar api asmara.. ya hanya dewa dan dewi lah yang tahu dan merasakannya…

penat… gunjingan orang sana sini… makin depresi..

Sore itu, selesai menulis di secarik kertas, dewi melanjutkan pekerjaan rumahnya yang tertunda karena pekerjaan pabriknya, mencuci. Ayah baru saja pulang dari pekerjaan kasarnya sementara ibu sedang memanjakan kakinya dengan memijit-mijitnya. Lama tak kunjung selesai pekerjaan mencuci dewi. ayah mulai curiga yang kemudian menghampiri dewi. Betapa terkejut melihat anaknya tergantung kain di lehernya di dekat tiang jemuran… rumah sakit pun tak bisa menolong nyawanya lagi… dewi pun telah pergi untuk selamanya yang tertingggal hanya secarik kertas berisi permintaan maaf kepada ibunda dan ayahanda juga untuk kakak adiknya dan terakhir untuk SANG DEWA.

SESAL…hanya itu yang bisa dirasakan oleh semuanya kini. cinta polos dan tulus berakhir dengan kematian.

Aneh ya tiba-tiba nulis kek gituan, tapi itu semua ku tulis berdasarkan kisah nyata. Biasanya gak peduli ama yg gini ginian. tapi gak tau kenapa yang ini nyangkut banget di hati ku, dan pengen ku publish.

6 Responses
  1. ShOFa :

    Date: March 5, 2008 @ 6:10 am

    duwh..
    tragis amat c..

  2. leah :

    Date: March 5, 2008 @ 11:51 pm

    Begitu besarnya sebuah pengorbanan cinta.
    Ya itulah Menikah bukan hanya dengan suami tapi semua seluruh keluarga dan sodara.

  3. Nadine :

    Date: March 6, 2008 @ 2:08 pm

    Emangnya ini cerita kisah nyata siapa??
    hmm,,, kayaknya gue tau deh.. *sok tau*

  4. BunBun :

    Date: March 7, 2008 @ 1:48 am

    @Shofa : iyah emang tragis banget… aku aja ampe nangis..
    @Leah : begitu menyakitkannya jika dikhianati cinta sampai orang berani bunuh diri….
    @Nadine : ini ceritanya tetangga gw not.. gak kenal deket seh tp kesian aja dengernya… miris

  5. poetra :

    Date: March 19, 2008 @ 11:18 pm

    haduh, bingung mau komen apa ah Din..

    Say hi aja lah.. Hii dinooo =)

  6. mimie :

    Date: December 8, 2008 @ 2:05 am

    aduh.. kacian banget sih.. mestix mrk jgn di pisain donk,biarin aja tuh yg ortu mrhan..khan kacian mrknya.

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.