P A U D
March 29, 2008 Daily 9 CommentsJujur…. dulu sebelum menikah dan belum merasakan punya anak sendiri aku paling sebel kalo ngeliat orang tua terutama ibu yg notabenenya adalah seorang ibu rumah tangga menitipkan anaknya pada sebuah lembaga pendidikan atau yang dulu biasa aku sebut “tempat penitipan anak” sementara para momy sibuk ke salon atau shopping. Tapi sekarang setelah merasakan sendiri memiliki seorang anak yang lucu, pandai dan kreatif, presepsiku berubah total, bahwa lembaga tersebut bukan hanya sekedar “tempat penitipan anak” bahwa seorang ibu rumah tangga yang awam (seperti saya ini) dalam mengatasi kepandaian dan kekereatifan sang anak memang benar² membutuhkan lembaga tersebut.
Melihat judul diatas, mungkin ada yg belum tau apa itu PAUD, PAUD itu adalah kependekan dari Pendidikan Anak Usia Dini. Dari banyak yg aku liat dan dengar dr mama-mama lainnya memang anak generasi sekarang itu benar-benar anak generasi milenium, banyak sekali anak balita zaman sekarang kepintarannya melebihi umurnya. Gak jauh contohnya anakku sendiri Daiva Nara Kurniawan. Daiva sekarang berumur 2 tahun 3 bulan 24 hari tepatnya tapi yang aku gak habis fikir bagaimana bisa anak sekecil itu bisa menirukan banyak hal hanya dengan melihat dan mendengar. Dan hebatnya hanya dengan mendengar satu kali saja lagu asing *terutama lagu yg ada suara anak-anaknya*, dia bisa langsung menirukan walau dengan terbata-bata tapi nadanya bisa diikuti. Ok stop membicarakan kehebatan anakku gak akan pernah habis mungkin.. hahaha narsis dikit bole donk.
Ya melihat perkembangan anakku yg aku sendiri gak bisa mengimbangi, kenapa aku bilang aku ga bisa mengimbangi, karna makin banyak hal yg ingin dia coba tapi aku gak bisa memberikan karena fasilitas yg aku punya terbatas, bukannya pelit buat aku apa seh yg nggak buat anak, andai bisa kubelikan surga dunia pasti aku belikan. Tapi sayang banyak batasan dan juga pembatasan yg aku berikan ke anakku sebab aku gak ingin anakku terlalu mudah minta ini itu selayaknya anak orang kaya. Mengingat ketidak mampuanku tersebut aku teringat lembaga-lembaga yg dulu sempat aku sebut “tempat penitipan anak” yg ternyata menurutku sekarang presesiku tentang lembaga tersebut berubah total dan aku sangat membutuhkannya agar kreatifitas anakku bisa lebih dikembangkan.
Setelah banyak lembaga yg aku survey (sedikitnya 6 lembaga di Bekasi sudah kudatangi) dan dengan pertimbangan yg matang antara aku dan sang suami tersayang memutuskan untuk memilih salah satu lembaga yg lokasinya di Kemang Pratama sana sebagai lembaga tempat kami mempercayakan anak kami untuk memperluas kreatifitasnya. Lokasinya gak terlalu jauh dari rumah kami, yg paling penting adalah apa yg ditawarkan lembaga tersebut untuk mendidik anak kami. Kurang lebih hampir semua lembaga yg aku survey memberikan harga pendidikan yg cukup mahal berkisar 3-7 juta dan juga kurikulum pendidikan yg sama, tapi ada satu kelebihan dari lembaga yg kami pilih ini yg gak diberikan oleh lembaga lain yaitu ekstrakulikulernya yg menurut aku cukup menarik. Lembaga yg satu ini menawarkan kegiatan ekstrakulikuler berenang, menari, musik dan bahasa inggris yang kebetulan sekali anakku menyukai semua kegiatan tersebut. Tentunya juga kami sebagai orang tua yg tidak bisa memberikan pendidikan agama yg kuat menginginkan lembaga yg bernuansa islami dan alhamdulillah lembaga tersebut memberikannya.
Akhirnya Pencarianku berakhir jua, hehehe setelah banyak tanya sana sini dan survey sana sini. Dengan segala fasilitas yg diberikan oleh lembaga pilihan kami tersebut harga yg mahal kami kira layak layak saja. Ohya saran buat ibu-ibu yg masih bingung dengan mempercayakan anaknya untuk dititipkan di lembaga mana. Lebih baik di survey datang terlebih dahulu agar tahu tingkat kenyamanan tempat belajar mengajar untuk si anak dan jangan ragu untuk bertanya banyak karena ini semua untuk anak kita tercinta. Buat anak??? apa seh yg ngga!!!!!!!!!!!!! hehehehe
